DOMPU, INTI RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Dompu bersama kelompok masyarakat, beberapa waktu lalu telah melakukan studi banding pola eksploitasi tambang pasir besi di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Namun hingga kini, hasil dari studi banding tersebut belum juga disosialisakan oleh Dinas terkait kepada masyarakat luas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Zainal Arifin HIR meminta, agar Dinas Koperasi Perindustrian Perdangan dan Pertambangan Energi (Diskoprindaktamben), segera melakukan sosialiasi hasil studi banding tentang sistim kerja perusahaan pasir besi itu.
Dengan dilakukannya sosialisasi tersebut diharapkan, masyarakat dapat memahami dampak positif dan negatif, bila tambang potensi pasir besi yang ada di Kabupaten Dompu di eksploitasi. “Sosialisasi hasil studibanding penting untuk dilakukan, agar masyarakat paham,” katanya.
Terkait persoalan tersebut, Kepala Diskoprindaktamben, Khairul Insan yang dikonfirmasi Koran ini di ruang kerjanya Selasa 13/9/2011 kemarin, mengaku bahwa, laporan hasil kunjungan studi banding di kebupaten Cilacap beberapa waktu lalu, telah disampaikan pihaknya kepada Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin.
“Hasilnya sudah kami laporkan kepada pak Bupati,” katanya.
Untuk mensosialisasikan hasil studi banding tersebut, kepada masyarakat luas, pihaknya telah merampungkan pembuatan keping Compak Drive (CD) yang berisi tentang hasil studi banding tersebut.
“Sosialisasi akan dilakukan dalam waktu dekat,” janjinya.
Seperti diketahui, bahwa persoalan penambangan pasir besi diwilayah kawasan Doro Ncanga Kecamatan Pekat oleh perusahaan pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP), yakni PT. Timur Raya Mas, masih menjadi polemik ditengah masyarakat.
Hingga saat ini, Petani ternak sebagai pengguna kaawasan tersebut sebagai areal pelepasan ternak, belum dapat menerima kehadiran perusahaan tersebut, karena dinilai kegiatan perusahaan itu, akan membawa bencana bagi kelanjutan aktifitas peternakan diareal pelepasan ternak Doro Ncanga. (Saudi*)
Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Zainal Arifin HIR meminta, agar Dinas Koperasi Perindustrian Perdangan dan Pertambangan Energi (Diskoprindaktamben), segera melakukan sosialiasi hasil studi banding tentang sistim kerja perusahaan pasir besi itu.
Dengan dilakukannya sosialisasi tersebut diharapkan, masyarakat dapat memahami dampak positif dan negatif, bila tambang potensi pasir besi yang ada di Kabupaten Dompu di eksploitasi. “Sosialisasi hasil studibanding penting untuk dilakukan, agar masyarakat paham,” katanya.
Terkait persoalan tersebut, Kepala Diskoprindaktamben, Khairul Insan yang dikonfirmasi Koran ini di ruang kerjanya Selasa 13/9/2011 kemarin, mengaku bahwa, laporan hasil kunjungan studi banding di kebupaten Cilacap beberapa waktu lalu, telah disampaikan pihaknya kepada Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin.
“Hasilnya sudah kami laporkan kepada pak Bupati,” katanya.
Untuk mensosialisasikan hasil studi banding tersebut, kepada masyarakat luas, pihaknya telah merampungkan pembuatan keping Compak Drive (CD) yang berisi tentang hasil studi banding tersebut.
“Sosialisasi akan dilakukan dalam waktu dekat,” janjinya.
Seperti diketahui, bahwa persoalan penambangan pasir besi diwilayah kawasan Doro Ncanga Kecamatan Pekat oleh perusahaan pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP), yakni PT. Timur Raya Mas, masih menjadi polemik ditengah masyarakat.
Hingga saat ini, Petani ternak sebagai pengguna kaawasan tersebut sebagai areal pelepasan ternak, belum dapat menerima kehadiran perusahaan tersebut, karena dinilai kegiatan perusahaan itu, akan membawa bencana bagi kelanjutan aktifitas peternakan diareal pelepasan ternak Doro Ncanga. (Saudi*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar