DOMPU. INTI RAKYAT - Fitri Hasdiyanti pelajar SMAN I Dompu, pada upacara peringatan HUT RI lalu, mendapat kesempatan sebagai Pengibar Bendera Pusaka, Tingkat Nasional di Istana Negara Jakarta, mewakili Nusa Tenggara Barat (NTB). Buah dari kesuksesannya, Dia juga mendapat kesempatan refresing ke Negeri Singapura. Ketika berada di negeri sebrang itu, Dia mengaku terinspirasi.
Menurut Dia, dua hal menakjubkan ada di sana. Pertama ia melihat masyarakat Singapura sadar dan taat aturan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan. Mereka membuang sampah pada tempatnya. “Tidak sembarangan,” katanya.
Selain itu, semua sampah diolah secara mandiri, sejak dari rumah warga, semua jenis sampah sudah dipisahkan, antara sampah organic dan unorganik, itu sebabnya petugas kebersihan di Singapura, tidak kelabakan memisahkan sampah seperti di Indonesia.
Hal lain yang membuat kagum gadis asal Lingkungan Bali Bunga Kelurahan Kandaidua ini, Negara Singapura merupakan Negara yang tidak memiliki banyak persediaan air, buat memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Pemerintah mendatangkan air dari Negara lain. Namun, disana tidak tampak daerah yang kekeringan, bahkan diberbagai tempat, terdapat air mancur yang indah dengan volume air yang cukup besar.
Lebih dalam ia menelisik, ternyata manajemen pengolahan air di Negara itu, tergolong luar biasa, sehingga seluruh masyarakatnya bisa menikmati air tanpa batas.
Dia membandingkan dengan Negara kita, khususnya Kabupaten Dompu, katanya kaya dengan sumberdaya air, nyatanya tidak mampu menyalurkan air bersih secara merata dan adil.
Sudah saatnya pemerintah mulai berpikir untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi kekurangan air. “Saya yakin kita bisa lebih dari Negara Singapura,” harapnya.
Ketika ditanya maukah Fitri menyampaikan pengalaman tersebut pada semua pengambil kebijakan yang ada di Dompu? Dia menjawab, dirinya tidak yakin, pemerintah mendengarkan masukannya, mengingat umurnya masih terlalu muda untuk ikut campur dalam masalah pembangunan, bahkan mereka akan menanyakan kapasitas dirinya.
“Ini sudah sering kali terjadi,” katanya. (Kia*)
Menurut Dia, dua hal menakjubkan ada di sana. Pertama ia melihat masyarakat Singapura sadar dan taat aturan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan. Mereka membuang sampah pada tempatnya. “Tidak sembarangan,” katanya.
Selain itu, semua sampah diolah secara mandiri, sejak dari rumah warga, semua jenis sampah sudah dipisahkan, antara sampah organic dan unorganik, itu sebabnya petugas kebersihan di Singapura, tidak kelabakan memisahkan sampah seperti di Indonesia.
Hal lain yang membuat kagum gadis asal Lingkungan Bali Bunga Kelurahan Kandaidua ini, Negara Singapura merupakan Negara yang tidak memiliki banyak persediaan air, buat memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Pemerintah mendatangkan air dari Negara lain. Namun, disana tidak tampak daerah yang kekeringan, bahkan diberbagai tempat, terdapat air mancur yang indah dengan volume air yang cukup besar.
Lebih dalam ia menelisik, ternyata manajemen pengolahan air di Negara itu, tergolong luar biasa, sehingga seluruh masyarakatnya bisa menikmati air tanpa batas.
Dia membandingkan dengan Negara kita, khususnya Kabupaten Dompu, katanya kaya dengan sumberdaya air, nyatanya tidak mampu menyalurkan air bersih secara merata dan adil.
Sudah saatnya pemerintah mulai berpikir untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi kekurangan air. “Saya yakin kita bisa lebih dari Negara Singapura,” harapnya.
Ketika ditanya maukah Fitri menyampaikan pengalaman tersebut pada semua pengambil kebijakan yang ada di Dompu? Dia menjawab, dirinya tidak yakin, pemerintah mendengarkan masukannya, mengingat umurnya masih terlalu muda untuk ikut campur dalam masalah pembangunan, bahkan mereka akan menanyakan kapasitas dirinya.
“Ini sudah sering kali terjadi,” katanya. (Kia*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar