MANGGELEWA, INTI RAKYAT – Beberarap tahun terakhir, Kecamatan Manggelewa menjadi pusat perhatian bagi pemerintah kabupaten Dompu maupun provinsi NTB, beberapa program pembangunan tengah diupayakan oleh pemerintah Kabupaten Dompu, diataranya program pengembangan tanaman jagung dan program pembangunan Dam Rababaka Kompleks.
Kedua program tersebut, menyentuh langsung pada kebutuhan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Kecamatan Manggelewa, untuk membiayai pembangunan Dam Rababaka Kompleks, diperkirakan menelan anggaran sekitar 500 milyar rupiah, ujar Ilham Yahyu, Anggota DPRD Dompu saat memberikan sambutan, dalam kegiatan sosialisasi pembangunan Dam Rababaka Kompleks Rabu 14/9 kemarin, di Aula kantor Camat Manggelewa.
Dalam program pengembangan tanaman jagung sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Dompu, sejak musim tanam tahun 2010-2011 lalu, Kecamatan Manggelewa telah dijadikan sebagai kecamatan sentra produksi jagung.
Selain jagung, juga pemerintah tengah mengupayakan pembangunan Dam Rababaka Kompleks, pembangunan Dam tersebut dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan air, baik untuk kebutuhan pertanian maupun untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, ujar Ilham Yahyu, anggota DPRD Dompu yang mewakili kecamatan Manggelewa
Untuk pembangunan Dam Rababaka Kompleks, dibutuhkan anggaran yang besar, baik melalui APBD Dompu maupun APBD provinsi sebagai dana pendamping, sementara anggaran untuk pembangunan fisik proyek tersebut, dipinjam dari Bank Jepang dengan bunga lone (ringan).
Hasil koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan DPRD Dompu ke Pemprov NTB, anggaran untuk merelokasi pemukiman dan lahan pertanian masyarakat terkena Dampak, dibutuhkan sekitar dana sekitar 20 milyar rupiah, berdasarkan kesepakatan dengan pemprov NTB, anggaran tersebut akan dibebankan pada APBD Pemprov NTB sebesar 10 milyar, sementara sisanya diambil dari APBD Dompu, terangnya. (Fahar*)
Kedua program tersebut, menyentuh langsung pada kebutuhan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Kecamatan Manggelewa, untuk membiayai pembangunan Dam Rababaka Kompleks, diperkirakan menelan anggaran sekitar 500 milyar rupiah, ujar Ilham Yahyu, Anggota DPRD Dompu saat memberikan sambutan, dalam kegiatan sosialisasi pembangunan Dam Rababaka Kompleks Rabu 14/9 kemarin, di Aula kantor Camat Manggelewa.
Dalam program pengembangan tanaman jagung sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Dompu, sejak musim tanam tahun 2010-2011 lalu, Kecamatan Manggelewa telah dijadikan sebagai kecamatan sentra produksi jagung.
Selain jagung, juga pemerintah tengah mengupayakan pembangunan Dam Rababaka Kompleks, pembangunan Dam tersebut dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan air, baik untuk kebutuhan pertanian maupun untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, ujar Ilham Yahyu, anggota DPRD Dompu yang mewakili kecamatan Manggelewa
Untuk pembangunan Dam Rababaka Kompleks, dibutuhkan anggaran yang besar, baik melalui APBD Dompu maupun APBD provinsi sebagai dana pendamping, sementara anggaran untuk pembangunan fisik proyek tersebut, dipinjam dari Bank Jepang dengan bunga lone (ringan).
Hasil koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan DPRD Dompu ke Pemprov NTB, anggaran untuk merelokasi pemukiman dan lahan pertanian masyarakat terkena Dampak, dibutuhkan sekitar dana sekitar 20 milyar rupiah, berdasarkan kesepakatan dengan pemprov NTB, anggaran tersebut akan dibebankan pada APBD Pemprov NTB sebesar 10 milyar, sementara sisanya diambil dari APBD Dompu, terangnya. (Fahar*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar