Minggu, 11 September 2011

Bupati Optimis, Ketua DPRD Dompu Ketuk Palu

DOMPU, INTI RAKYAT – Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin saat melakukan pemantauan tanaman jagung musim tanam ketiga, di sekitar Kelurahan Simpasai dan Karijawa, mengaku optimis, bahwa komoditas tanaman jagung yang tengah dikembangkan oleh pemerintah kabupaten Dompu dan kini dijadikian sebagai jargon untuk mengentaskan kemiskinan, bakal memenuhi target.
Pada musm tanam 2011-2012 mendatang pemerintah kabupaten Dompu, menargetkan luas areal penanaman jagung, harus mencapai 25.000 Ha, hingga akhir 2012 mendatang mencapai angka 50.000 Ha, ujar Bambang.
Hal itu bakal terjadi dan akan mudah dicapai, karena saat ini, komuditas tanaman jagung, tengah menjadi idola ditengah masyarakat petani, maupun non petani, karena pada musim tanam tahun lalu, petani telah meraup keuntungan yang cukup signifikan. “Diatas lahan 1 Ha, petani dapat meraih keuntungan hingga Rp. 12-15 juta,” ujar Bambang.
Untuk itu, pemerintah Kabupaten Dompu dibawah kepemimpinannya, akan melakukan upaya dan trobosan apapun, termasuk diantaranya dengan mengarahkan kebijakan anggaran berpihak terhadap pengembangan budidaya tanaman jagung, ujarnya.
Menyambut komitmen yang dilontarkan H. Bambang, Ketua DPRD Dompu, Rafiudin H. Anas yang ditemui di tempat yang sama, mengaku sepakat dengan program pengembangan tanaman Jagung. :”Saya mendukung program itu,” ujarnya.
Dukungan yang diberikan, bukan karena dirinya sedang berhadapan dengan Bupati, namun lebih disebabkan karena program tersebut sangat tepat untuk dikembangkan di Dompu, selain masyarakat Dompu yang telah terbiasa dengan menanam jagung, memelihara Sapi dan membudidayaka Rumput laut, Program PIJAR juga, menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat. “Program PIJAR menyentuh kebutuhan Rakyat,” jelasnya.
Rafiudin sebagai Wakil Rakyat dan sekaligus sebagai Ketua DPRD Dompu, dirinya memiliki kewajiban untuk mendukung setiap program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah, sepanjang program tersebut baik untuk masyarakat, jelasnya.
Dengan demikian, katanya, mengetuk palu untuk untuk menyetujui program pemenuhan kebutuhan rakyat, harus tetap dilakukannya.
“Saya akan tetap mengetuk palu untuk rakyat,” tegas Rafiudin. (Fahar)

1 komentar: