DOMPU, INTI RAKYAT – Ketahanan Industri Kecil dan Menengah terhadap goncangan krisis ekonomi, telah teruji sejak bergulirnya reformasi pada tahun 1998 silam, hanya saja di Kabupaten Dompu, usaha kecil dan menengah kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Saat ini, masyarakat kabupaten Dompu tengah mengeluhkan sempitnya lapangan pekerjaan, baik yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.
Dengan memberikan peluang dan pembinaan yang cukup terhadap tumbuh dan berkembangnya industri kecil dan menengah, berarti pemerintah telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
Bila di daerah ini terdapat 100 usaha kecil dan menengah, dalam 1 UKM setidaknya dapat menampung hingga 10 orang tenaga kerja, berari 1.000 orang tenaga dapat tertampung, namun juga hal itu baru bisa tercapai maksimal, harus juga disertai dengan pembinaan dan keberpihakan kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan produk lokal yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperindagtamben Dompu, Khaerul Insan, saat ditemui Inti Rakyat di ruang kerjanya Selasa 13/9 kemarin mengatakan, saat ini Dinas Koperindagtamben melalui APBD provinsi NTB, tengah mengupayakan peningkatan keterampilan pengusaha kecil dan menengah, melalui pelatihan dan diklat. “Dalam waktu dekat, sejumlah pelaku wirausaha akan dikirim untuk mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Agar UKM bisa berkembang dengan baik, setelah diberikan pelatihan dan diklat, harus juga ditunjangan dengan peralatan dan sarana produksi yang memadai, sehingga UKM itu, dapat bertahan dan bersaing dengan industri besar. “Modal dan peralatan kerap menjadi hambatan,” ujarnya.
Setelah dibekali dengan ketrampilan dan saran produksi yang memadai, harus juga diukuti denga kebijakan pemerintah yang berpihak terhadap UKM, misalnya pemerintah harus menjadi pasar utama yang akan menjadi konsumen hasil produksi UKM itu, jelasnya
Paling lambat tahun 2012 mendatang, melalui Kemeterian Perindustrian dan Tenaga Kerja, pemerintah Kabupaten Dompu, mendapatkan batuan 2 unit mesin pengolahan jagung. “Peralatan itu diberikan untuk mendukung penanganan pasca panen tanaman jagung,” katanya. Dengan peralatan tersebut, setidaknya akan ada 4 jenis hasil produksi dari bahan dasar jagung yang akan dihasilkan, diantanya tepung jagung. Rencananya, dua unit mesin tersebut akan diserahkan kepada Gapoktan Tunas Berkah Desa Kampasimeci dan Gapoktan Terobosan Baru Desa Kramat Kecamatan Kilo.
Dia berharap, Gapoktan dapat memanfaatkan peralatan tersebut secara maksimal, sehingga pada akhirnyanya nanti, peluang kerja bagi masyarakat disekitar gapoktan akan terbuka, harapnya. (Fahar*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar