PAJO, INTI RAKYAT – Reses Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) I yang terdiri dari Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu’u, Sabtu, 17/9/2011 kemarin, dilaksanakan secara kolektif di Desa Jambu dan Lune Kecamatan Pajo.
Dalam reses tersebut, 6 dari 9 anggota Dewan asal Dapil tersebut hadir, diantaranya H. Hidayat Ali, Iwan Kurniawan, Abdullah, Jauhar Arifin, Ismul Rahmadin dan Jaharudin, sementara tiga orang lainnya, AW Syafrudin, H. Saidi dan Kurnia Ramdhan tidak sempat, karena tengah menjalani reses secara personal.
Dalam reses itu, terjaring sejumlah aspurasi prioritas pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat setempat, seperti pengadaan air bersih, karena akhir-akhir ini, Desa tersebut mengalami kekurangan pasokan air bersih dan masalah perbaikan ruas jalan Ranggo-Jambu.
Masalah lahan berpasir disekitar pantai felo janga pun, ikut disuarakan oleh masyarakat. Pasalnya, ketika masyarakat disekitar Desa Jambu dan Lune hendak menggarap lahan tersebut, selalu dilarang oleh pemerintah, dengan alasan lahan tersebut masih masuk dalam kawasan hutan.
Namun akhir-akhir ini terhembus kabar, lahan tersebut telah dimiliki oleh sejumlah pejabat yang ada di kabupaten Dompu, hal itu terbukti dengan telah digarapnya lahan itu, oleh sejumlah orang yang berasal dari luar kedua Desa tersebut.
Sementara kegaiatan peningkatan ekonomi, masyarakat meminta agar pemerintah kabupaten Dompu, mencurahkan sedikit perhatiannya terhadap masyarakat setempat, pesisir patai Felo Janga dan Jambu, memiliki potensi kelautan yang cukup besar, salah satunya adalah usaha penangkapan udang, namun yang menjadi kendala bagi masyarakat saat ini, mereka mengalami kekurangan peralatan tangkap, seperti jaring tangkap, Mesin untuk penggerak sampan dan masalah pemasaran.
Masyarakat juga mengakui bahwa, selain masalah alat tangkap, pasarnya pun turut menjadi kendala, udang hasil tangkapan masyarakat, dibeli para tengkulak dengan harga yang tidak layak. Menanggapi beberapa keluhan tersebut, sejumlah anggota dewan yang hadir dalam reses mengatakan, berbagai keluhan tersebut, akan ditampung sebagai aspirasi, nantinya bakal diperjuangkan untuk direalisasikan dalam bentuk program pembangunan.
Para anggota Dewan, juga menyampaikan beberapa kebijakan pemerintah yang telah diperjungkan menjadi program pembangunan, seperti masalah perbaikan ruas jalan Ranggo-Jambu, saat ini ruas jalan tersebut tengah diperbaiki.
Lambannya realisasi program pembangunan yang diusalkan oleh masyarakat, lebih disebabkan oleh masalah kekurangan anggaran yang tersedia. “Saat ini, Pemda Dompu tengah mengalami kekurangan anggaran,” Ujar Abdullah. (Fahar*)
Dalam reses tersebut, 6 dari 9 anggota Dewan asal Dapil tersebut hadir, diantaranya H. Hidayat Ali, Iwan Kurniawan, Abdullah, Jauhar Arifin, Ismul Rahmadin dan Jaharudin, sementara tiga orang lainnya, AW Syafrudin, H. Saidi dan Kurnia Ramdhan tidak sempat, karena tengah menjalani reses secara personal.
Dalam reses itu, terjaring sejumlah aspurasi prioritas pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat setempat, seperti pengadaan air bersih, karena akhir-akhir ini, Desa tersebut mengalami kekurangan pasokan air bersih dan masalah perbaikan ruas jalan Ranggo-Jambu.
Masalah lahan berpasir disekitar pantai felo janga pun, ikut disuarakan oleh masyarakat. Pasalnya, ketika masyarakat disekitar Desa Jambu dan Lune hendak menggarap lahan tersebut, selalu dilarang oleh pemerintah, dengan alasan lahan tersebut masih masuk dalam kawasan hutan.
Namun akhir-akhir ini terhembus kabar, lahan tersebut telah dimiliki oleh sejumlah pejabat yang ada di kabupaten Dompu, hal itu terbukti dengan telah digarapnya lahan itu, oleh sejumlah orang yang berasal dari luar kedua Desa tersebut.
Sementara kegaiatan peningkatan ekonomi, masyarakat meminta agar pemerintah kabupaten Dompu, mencurahkan sedikit perhatiannya terhadap masyarakat setempat, pesisir patai Felo Janga dan Jambu, memiliki potensi kelautan yang cukup besar, salah satunya adalah usaha penangkapan udang, namun yang menjadi kendala bagi masyarakat saat ini, mereka mengalami kekurangan peralatan tangkap, seperti jaring tangkap, Mesin untuk penggerak sampan dan masalah pemasaran.
Masyarakat juga mengakui bahwa, selain masalah alat tangkap, pasarnya pun turut menjadi kendala, udang hasil tangkapan masyarakat, dibeli para tengkulak dengan harga yang tidak layak. Menanggapi beberapa keluhan tersebut, sejumlah anggota dewan yang hadir dalam reses mengatakan, berbagai keluhan tersebut, akan ditampung sebagai aspirasi, nantinya bakal diperjuangkan untuk direalisasikan dalam bentuk program pembangunan.
Para anggota Dewan, juga menyampaikan beberapa kebijakan pemerintah yang telah diperjungkan menjadi program pembangunan, seperti masalah perbaikan ruas jalan Ranggo-Jambu, saat ini ruas jalan tersebut tengah diperbaiki.
Lambannya realisasi program pembangunan yang diusalkan oleh masyarakat, lebih disebabkan oleh masalah kekurangan anggaran yang tersedia. “Saat ini, Pemda Dompu tengah mengalami kekurangan anggaran,” Ujar Abdullah. (Fahar*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar