DOMPU. INTI RAKYAT – Pasca diberlakukannya siaga oleh badan meteorology dan vulkanologi terhadap munculnya asap diatas kawah gunung berapi Tambora yang berada di Kecamatan Pekat kabupaten Dompu, ternyata dimanfaatkan oleh oknum atau pelaku kejahatan.
Pelaku kejahatan juga menyebarkan isu untuk menakuti warga sekitar gunung Tambora, untuk turun dari tempat tinggal mereka. Isu yang disebarkan oknum kejahatan guna menguasai lahan dan melakukan pembakaran hutan di kawasan hutan gunung tambora. Demikian dikatakan Korades Desa Nanga Kara Kecamatan Pekat H. Muhammad Dam Olah, Sabtu (17/9) di Kantor Bupati Dompu.
Kata Korades, bila pelaku kejahatan berhasil menjalankan aksinya, mereka dengan mudah mengausai lahan serta mengambil kayu-kayu yang berada diatas gunung. “Mereka mengelabui masyarakat guna mengambil hasil hutan,” pungkasnya.
Menurut Korades, dari kejadian tersebut, banyak terjadi perampokan dan pencurian hewan ternak milik warga, seperti yang terjadi di Desa Sori Nomo I. “Ayam dan ternak lainnya banyak yang hilang,” katanya.
Sementara Camat Kilo Syaifullah, dimintai keteranganya Minggu (18/9) kemarin di Dompu mengatakan, kabar tentang aktifitas meletusnya Gunung Berapi Tambora, sengaja disebarkan oleh beberapa oknum pelaku kejahatan yang ingin megambil hasil hutan. “Oknum kejahatan sengaja menyebar isu,” tandasnya.
Kata Syaifullah, mereka (oknum, red) sengaja membesar-besarkan isu bahwa gunung Tambora bakal segera meletus. Dengan demikian, masyarakat takut kemudian turun dari tempat tinggal mereka, sehingga Oknum pelaku kejahatan, dapar leluasa masuk menguasai lahan, membakar hutan serta menebang kayu dengan.
Menurut Syaifullah, untuk sementara tidak terjadi aktifitas, kalaupun gunung itu meletus, tidak akan terlalu membahayakan. Karena, gunung Tambora yang pernah meletus sekitar tahun 1815 silam, kawahnya cukup besar dan dalam. Diduga yang beraktifitas sekarang adalah anak gunung tambora, 10 meter dibawa permukaan laut. “Masyarakat tidak perlu takut,” katanya. (K’Wis*)
Pelaku kejahatan juga menyebarkan isu untuk menakuti warga sekitar gunung Tambora, untuk turun dari tempat tinggal mereka. Isu yang disebarkan oknum kejahatan guna menguasai lahan dan melakukan pembakaran hutan di kawasan hutan gunung tambora. Demikian dikatakan Korades Desa Nanga Kara Kecamatan Pekat H. Muhammad Dam Olah, Sabtu (17/9) di Kantor Bupati Dompu.
Kata Korades, bila pelaku kejahatan berhasil menjalankan aksinya, mereka dengan mudah mengausai lahan serta mengambil kayu-kayu yang berada diatas gunung. “Mereka mengelabui masyarakat guna mengambil hasil hutan,” pungkasnya.
Menurut Korades, dari kejadian tersebut, banyak terjadi perampokan dan pencurian hewan ternak milik warga, seperti yang terjadi di Desa Sori Nomo I. “Ayam dan ternak lainnya banyak yang hilang,” katanya.
Sementara Camat Kilo Syaifullah, dimintai keteranganya Minggu (18/9) kemarin di Dompu mengatakan, kabar tentang aktifitas meletusnya Gunung Berapi Tambora, sengaja disebarkan oleh beberapa oknum pelaku kejahatan yang ingin megambil hasil hutan. “Oknum kejahatan sengaja menyebar isu,” tandasnya.
Kata Syaifullah, mereka (oknum, red) sengaja membesar-besarkan isu bahwa gunung Tambora bakal segera meletus. Dengan demikian, masyarakat takut kemudian turun dari tempat tinggal mereka, sehingga Oknum pelaku kejahatan, dapar leluasa masuk menguasai lahan, membakar hutan serta menebang kayu dengan.
Menurut Syaifullah, untuk sementara tidak terjadi aktifitas, kalaupun gunung itu meletus, tidak akan terlalu membahayakan. Karena, gunung Tambora yang pernah meletus sekitar tahun 1815 silam, kawahnya cukup besar dan dalam. Diduga yang beraktifitas sekarang adalah anak gunung tambora, 10 meter dibawa permukaan laut. “Masyarakat tidak perlu takut,” katanya. (K’Wis*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar