Minggu, 11 September 2011

PIJAR Mengintai Kemiskinan

Pengentasan angka kemiskinan menjadi fokus kabupaten Dompu saat ini. Berbagai upaya dan langkah strategis segera diambil oleh pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, salah satunya dengan memant

apkan Program PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut), ketiga komoditas tersebut, saat ini tengah diidolakan oleh masyarakat Dompu. Mengingat, pada musim tanam tahun lalu, PIJAR telah terbukti mendongkak ekonomi para petani Dompu.


DOMPU, INTI RAKYAT – Kemiskinan menjadi momok bagi setiap orang, tidak seorangpun ingin menjalani hidup dalam kondisi ekonomi serba kekurangan. Salah satu upaya untuk bisa keluar dari dekapan kemiskinan adalah dengan cara bekerja keras, jeli dalam mengintip peluang usaha dan peluang pasar yang tengah berlangsung.
Salah satu kiat, mengentaskan kemiskinan itu, pemerintah Kabupaten Dompu dibawah kepemimpinan Bambang M. Yasin dan Syamsuddin Yasin, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang dilantik sejak Oktober tahun 2010 lalu, memilih program pengembangan PIJAR, sebagai salah satu langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Dompu dan membuka peluang usaha serta peluang lapangan pekerjaan.
Sejak program tersebut di Lounching, ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dompu, awal peluncurannya, pemerintah menargetkan luas areal penanaman hanya sekitar 3500 Ha, target tersebuat justru terlewati, hingga menembus areal tanam seluas 18.000 Ha denga total produksi mencapai 144.000 ton.
Dengan total produksi tersebut, setidaknya uang hasil penujualan jagung yang beredar dimasyarakat pada pertengahan tahun 2011, mencapai Rp. 200 milyar. “Itu uang masyarakat,” ujar H. Bambang M. Yasin saat melakukan kunjungan di lokasi Budidaya Rumput Laut di Desa Tolo Kalo Kecamatan Kempo beberapa waktu lalu.
Upaya mengulang kesuksesan tersebut, pada musim tanam tahun 2011-2012 mendatang, pemerintah Dompu berencana menargetkan luas areal penanaman jagung hingga mencapai 25.000 Ha. Dengan kebijakan tersebut, sama halnya Pemerintah Kabupaten Dompu, tengah mengintai angka kemiskinan untuk segera diberantas.
Usaha memaksimalkan pemberantasan kemiskinan itu, pemerintah juga menseriuskan pengembangan budidaya Rumput Laut dan peternakan Sapi, pada tahun 2011 ini, pemerintah menggelontorkan anggara 3 milyar untuk pengembangan budidaya ruput, sedangkan untuk pengembangan peternakan sapi yang diakomodir dalam beberapa program kerja, salah satu diantaranya program penyelamatan induk produktif, sekitar 13 milyar rupiah. anggaran untuk membiaya program tersebut, akan segera dicairkan dan masuk ke kantong rakyat.
Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, terbukti cukup kuat dengan lahirnya kebijakan pengembangan PIJAR dan yang kemudian diikuti dengan kebijakan anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk membiaya pengembangan tiga komoditas unggulan tersebut.
Bambang mengakui, untuk penanganan hasil produksi jagung yang cukup melimpah pada musim tanam 2010-2011 belum maksimal, hal itu terjadi lantaran masih belum terpenuhinya infrastruktur, seperti fasilitas Dryer (Mesin pengeringan), Lantai jemur dan Gudang.
Setidaknya kata Bambang, untuk menangani pasca panen jagung Dompu, dibutuhkan sekitar 8 fasilitas Dryer.
Untuk memenuhi itu, Bambang tengah mengupayakan meraih bantuan dari berbagai sumber pembiayaan, diantaranya dari APBN. Hasil loby-loby yang dilakukannya sejak beberapa bulan lalu, Dirinya telah mendapat agin segar, untuk tahun 2012 mendatang, Dompu mendapatkan bantuan 1 mesin Dryer dari pemda Provinsi NTB dan 1 lagi dari Kementrian pendustrian dan tenaga kerja RI, ujar Bambang.
Penyelesaian ivestasi infrastruktur untuk mendukung program PIJAR, Bambang berharap, dapat diselesaikan dalam beberapa tahun kedepan. “Ya tidak sampai masa jabatan saya berakhir,” katanya. (Fahar*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar