PEKAT, INTI RAKYAT – Terkait kondisi gunung Tambora yang sudah pada level Siaga, Camat Pekat, Syaifullah, bersama anggota Muspika, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh mayarakat, di aula kantor Camat setempat, Selasa kemarin. Acara tersebut, dihadiri pula oleh Agung, perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sesuai isi undangan yang dikeluarkan Camat, pertemuan tersebut, dihajadkan untuk membentuk tim Penanggulangan Bencana tingkat Kecamatan Pekat. Namun atas pertimbangan Agung, rencana tersebut, ditunda hingga Tambora mencapai level Awas. “Cukup Tim provinsi dan kabupaten saja dulu” kata Agung, saat memberikan pencerahan dalam acara tersebut. Namun demikian, Dia memberikan keyakinan kepada segenap warga seputar Tambora, agar tidak terlalu panik mendengar informasi, akan meletus gunung Tambora, sebab, masyarakat lembah Tambora tida sendirian, khususnya dalam hal menanggulangi bencana, bila kelak, benar terjadi Tambora meletus.
Menurut Dia, sejak menguaknya isu tentang ancaman Tambora, pihaknya telah melakukan koordinasi serius dengan BNPB pusat. Hasil koordinasi itu, pemerintah telah menyiapkan, sejumlah sarana pengangkutan, melalui jalur darat, laut maupun udara. Selain itu, Agung juga, telah memantau langsung, peta geografis, seputar Kecamatan Pekat hingga ke Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Lebih dari itu, Agung juga telah mematok, beberapa lokasi strategis, buat dijadikan lapangan pendaratan Helly maupun pelabuhan sementara, guna mempermudah pelaksanaan evakuasi masyarakat kelak.
Masih dalam acara tersebut, Islam SH, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, selain menjelaskan hal senada dengan Agung, lelaki yang akrab disapa Gusti itu, menekankan kepada segenap kepala desa se Kecamatan Pekat, agar segera mendata penduduk, termasuk harta kekayaan masyarakat, baik berupa hewan ternak, sawah, ladang, kebun dan lainnya. Hal itu, selain akan mempermudah pelaksanaan evakuasi/penanggulangan saat bencana datang, juga berguna sebagai acuan pemerintah dalam menanggulangi kerugian warga, paska bencana. “Data itu sangat penting dalam menghadapi masalah seperti ini” ucap Islam.
Seiring dengan saran beberapa anggota masyarakat yang hadir, Islam juga berjanji akan menyebarkan beberapa nomor hendphon online yang tetap mengakses informasi, dari Kantor Vulkanologi, guna ditularkan kepada segenap Kepala Desa maupun pihak terkait lainnya. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan Radio lokal Kecamatan Pekat. “ Pada saatnya nanti pemerintah akan menempuh semua cara penanggulangan” katanya, sembari meminta masyarakat tetap tenang, menjalankan aktifitas sebagaiman biasa, mengingat, kondisi Tambora masih pada level siaga. (Ile)
Sesuai isi undangan yang dikeluarkan Camat, pertemuan tersebut, dihajadkan untuk membentuk tim Penanggulangan Bencana tingkat Kecamatan Pekat. Namun atas pertimbangan Agung, rencana tersebut, ditunda hingga Tambora mencapai level Awas. “Cukup Tim provinsi dan kabupaten saja dulu” kata Agung, saat memberikan pencerahan dalam acara tersebut. Namun demikian, Dia memberikan keyakinan kepada segenap warga seputar Tambora, agar tidak terlalu panik mendengar informasi, akan meletus gunung Tambora, sebab, masyarakat lembah Tambora tida sendirian, khususnya dalam hal menanggulangi bencana, bila kelak, benar terjadi Tambora meletus.
Menurut Dia, sejak menguaknya isu tentang ancaman Tambora, pihaknya telah melakukan koordinasi serius dengan BNPB pusat. Hasil koordinasi itu, pemerintah telah menyiapkan, sejumlah sarana pengangkutan, melalui jalur darat, laut maupun udara. Selain itu, Agung juga, telah memantau langsung, peta geografis, seputar Kecamatan Pekat hingga ke Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Lebih dari itu, Agung juga telah mematok, beberapa lokasi strategis, buat dijadikan lapangan pendaratan Helly maupun pelabuhan sementara, guna mempermudah pelaksanaan evakuasi masyarakat kelak.
Masih dalam acara tersebut, Islam SH, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, selain menjelaskan hal senada dengan Agung, lelaki yang akrab disapa Gusti itu, menekankan kepada segenap kepala desa se Kecamatan Pekat, agar segera mendata penduduk, termasuk harta kekayaan masyarakat, baik berupa hewan ternak, sawah, ladang, kebun dan lainnya. Hal itu, selain akan mempermudah pelaksanaan evakuasi/penanggulangan saat bencana datang, juga berguna sebagai acuan pemerintah dalam menanggulangi kerugian warga, paska bencana. “Data itu sangat penting dalam menghadapi masalah seperti ini” ucap Islam.
Seiring dengan saran beberapa anggota masyarakat yang hadir, Islam juga berjanji akan menyebarkan beberapa nomor hendphon online yang tetap mengakses informasi, dari Kantor Vulkanologi, guna ditularkan kepada segenap Kepala Desa maupun pihak terkait lainnya. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan Radio lokal Kecamatan Pekat. “ Pada saatnya nanti pemerintah akan menempuh semua cara penanggulangan” katanya, sembari meminta masyarakat tetap tenang, menjalankan aktifitas sebagaiman biasa, mengingat, kondisi Tambora masih pada level siaga. (Ile)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar