DOMPU, INTI RAKYAT - HM. Syafruddin, Anggota Komisi VII DPR-RI, beberapa hari terakhir ini, tengah bertandang ke sejumlah kontituen, khususnya Konstituen yang berada di wilayah pesisir pantai. Pria yang akrab disapa Rudi Mbojo itu, benar-benar memanfaatkan, sisa waktu kehadirannya di seputar Bumi Nggahi Rawi Pahu ini.Sebetulnya, tujuan utama kehadiran Anggota DPR utusan Partai Amanat Nasional (PAN) itu, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) PAN Dompu, Rabu 23/6 lalu, namun wakil rakyat yang dekat dengan masyarakat itu, memanfaatkan sisa waktu berkunjungnya, guna menyapa para kontituwennya.
Beberapa wilayah pesisir pantai, seperti Desa Riwo Kecamatan Woja, Soro Kecamatan Kempo, serta beberapa daerah pesisir lain seputar Kecamatan Hu’u dan Pajo, telah di tandanginya. Bukan saja daerah pesisir, bagian perkotaan pun tak luput dari kunjungannya. Petualangan itu dihajatkannya, selain untuk menyerap aspirasi masyarakat, juga sebagai momentum untuk melepas rindu dengan para konstituennya, momentum itu juga dimanfaatkannya, buat mencicil setumpuk utang jasa rakyat yang telah menghantarkannya, ke kursi DPR-RI.
Lelaki kelahiran Mbojo itu, meski sudah banyak memperjuangkan kepentingan daerah dikancah nasional, bahkan intenasional, tetapi masih merasa berutang kepada masyarakat dan daerah.
Secara pribadi, Rudi Mbojo telah menebar 6 ribu labih biji kursi plastik, kepada 265 Desa/Kelurahan se-NTB. Khusus untuk Kabupaten Dompu sudah hampir rampung, tinggal Kecamatan Dompu dan Pajo yang belum kebagian jatah kursi, sedang Kecamatan lain semua sudah terkafer. Setelah Dia mengkalkulasi, jika ribuan kursi tersebut diuangkan, ternyata nilainya sudah lebih dari Rp. 1 milyar. “Itu murni dari gaji yang saya,” katanya.
Selain dana bantuan itu bersumber dari gajinya, lelaki murah senyum itu juga, membeberkan sejumlah bantuan dari para dermawan, atas hasil prakarsanya.
Khusus untuk Dompu, baru Masjid Raya Dompu dan Masjid Matua kecamatan Woja yang telah mendapat kucuran. Masjid Raya mendapat Rp. 20 juta, sedangkan Masjid Matua hanya Rp. 5 juta.
Dia juga menyinggung masalah realisasi proposal masyarakat yang pernah diketahuinya.
Menurut Dia, ratusan proposal masyarakat NTB, sudah terealisasi. Namun, masih ribuan yang masih dalam proses pertimbangan para pejabat terkait, bertolak dari hal itu, Dia meminta kepada seluruh masyarakat NTB, agar bersabar menunggu proses yang sedang berjalan. mengingat begitu banyak permasalah yang melingkarinya, tentu saja mustahil akan bisa terwujud, secara serentak dalam waktu singkat. “Tolong masyarakat memaklumi keadaan ini,” ucapnya. (Ile*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar